Pandaya Sriwijaya

Pandaya Sriwijaya

Kategori : Sejarah

Setelah kekalahannya di pulau Jawa, Raja Balaputradewa kembali ke tanah Sriwijaya di Sumatra. Ia sama sekali tak menyadari, kalau tanah yang nampak tenang tananpa gejolak itu, ternyata menyimpan api membara di dalamnya. Semua berawal dari empat anak manusia yang mengukir takdir yang tak biasa... Tunggasamudra yang terlahir dengan 3 tangan mendalami ilmu dari Biksu Wang yang berilmu tinggi. Agiriya, putri kesayangan seorang datu pengikut Sriwijaya. Ia terlahir sebagai seorang gadis muda yang memiliki tubuh berbau harum bunga. Hidupnya berubah drastis saat datu ayahnya dibinasakan oleh orang-orang bertopeng. Kara Baday seorang bajak laut yang paling sulit ditaklukan pasukan Sriwijaya. Namun demi kepatuhannya pada orang tua, memilih menyerahkan diri pada Kedatuan Sriwijaya. Ia kemudian bersahabat dengan Tunggasamudra. Dapunta Cahyadawasuna, seorang pewaris datu Karang Brantas yang datunya tertelan letusan gunung berapi, dan penguasa tanpa tanah. Ia kemudian diminta untuk mengabdi di Kedatuan Sriwijaya. Balaputradewa yang bergelar Sri Maharaja memutuskan harus kembali membangun kekuatan Sriwijaya dengan mengadakan pemilihan Pandaya, yaitu pengawal istimewa kerajaan yang memiliki kemampuan bertarung yang hebat, agar bisa mempertahankan dan menjaga keutuhan kerajaan dari serangan-serangan luar atau pun pemberontakan. Saat itulah Tunggasamudra dan Sandra Alin, seorang pendekar perempuan bercadar hitam muncul sebagai pemenang. Tapi keadaan Sriwijaya masih begitu rentan. Panglima bhumi Wantra Santra, sosok mengerikan yang menjadi pemimpin Kelompok Rahasia Wangseya –satu kelompok rahasia di bawah Kedatuan Sriwijaya– terlambat mendeteksi pergerakan pemberontakan di Minanga Tamwa. Pertempuran besar terjadi, seiring satu demi satu tokoh terkuak rahasianya. Kisah terus berkelindan, Dapunta Cahyadawasuna yang mulai menyintai Sangda Alin, mulai berencana membalas dendam atas apa yang dilakukan orang-orang bertopeng hitam atas keluarganya. Juga Kara Baday yang mulai meyadari kalau ia diperalat oleh Kedatuan Sriwijaya untuk membasmi bajak laut lainnya, mulai mencoba membunuh Sri Maharaja Balaputradewa, itu harus membuatnya berhadapan dengan sahabat karibnya, Tunggasamudra. Satu yang tak pernah disangka, keberadaan semua tokoh-tokoh itu ada dalam pengamatan Wantra Santra, sang Panglima Bhumi. Kisah masa lalunya, membuat tabir kelam mulai terkuak, membawa perang besar yang tak pernah dibayangkan!


Bab Cerita

Indeks Judul Bab Total Kunjungan Jumlah Kata Jumlah Impresi Harga
1 Praprolog - Para Tokoh Cerita 72 502 1 Gratis!
2 Prolog - Kembalinya Balaputradewa 38 1542 2 Gratis!
3 #1 - Bayi yang Lahir Dengan 3 Tangan 66 1578 2 Gratis!
4 #2 - Bajak Laut Semenanjung Karang 49 3964 2 Gratis!
5 #3 - Bunga bagi Tubuh yang Telah Ditinggalkan Jiwa 25 2153 2 Gratis!
6 #4 - Gadis Jelita dengan Wangi Bunga Ditubuhnya 28 2266 1 Gratis!
7 #5 - Malam Saat Langit Terbelah 8 679 1 Gratis!
8 #6 - Bocah dengan Dua Nama 9 4367 1 Gratis!
9 #7 - Laki-laki Yang Selalu Ketakutan 7 3431 1 Gratis!
10 #8 - Kelompok Rahasia Wangseya 20 1944 1 Gratis!
11 #9 - Lelaki Gila dengan Guratan Peta Dipunggungnya 11 2966 1 Gratis!
12 #10 - Tanah yang Ditelan Debu 7 1519 1 Gratis!
13 #11 - Mimpi-Mimpi yang Tak Pernah Hilang 6 690 1 Gratis!
14 #12 - Pulau Karang di Semenanjung Karang 6 3890 1 Gratis!
15 #13 - Bocah yang Tersisa dari Pembantaian 10 2437 1 Gratis!
17 #15 - Bhumi Baru Minanga Tamwa 7 2183 1 Gratis!
41 Catatan 17 264 1 Gratis!
42 Sumber-sumber 12 143 1 Gratis!